Anda pasti setuju bahwa “Tidak ada satupun manusia yang tidak membutuhkan manusia yang lain”.  Sikap ini disebabkan manusia adalah makhluk sosial. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga sama. Mereka membutuhkan interaksi sosial.  Sayangnya, ABK punya hambatan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama manusia. Untuk bisa berinteraksi sosial dengan baik, ABK butuh dukungan dan bantuan kita Bantuan apa yang bisa kita lakukan?,

Sebelum mulai memberikan bantuan pada ABK, sebaiknya kita kenali dulu empat jenis ABK dengan hambatan  Interaksi Sosial.

  1. ABK yang punya hambatan berkomunikasi,
  2. ABK yang punya hambatan memahami bahasa tubuh
  3. ABK dengan hambatan berperilaku yang sesuai dengan adat budaya setempat.
  4. ABK yang punya masalah emosi dan percaya diri, karena menyadari dirinya punya kekhususan

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu ABK  bisa diterima dalam lingkungan sosial dan mampu mengatasi hambatannya? Dari empat jenis ABK, saya akan fokuskan bahasan pada hambatan interaksi sosial karena gangguan komunikasi.

Langkah bantuan kita, diawali dengan mendengarkan saran dari dua orang ahli dibidang komunikasi untuk ABK, yaitu  Janice Light dan Kathy Drager (ahli Speech Pathologist dan Praktisi dari AAC – Augmentative Alternative Communication). Janice dan Kathy telah mencoba membuat panduan untuk membantu ABK lebih mampu berkomunikasi. Panduan tersebut terbagi atas  lima tahapan penting, dimana tahapan sebelumnya menjadi pijakan tahapan berikutnya.

Tahapan tersebut adalah sbb :

Penjelasan dari 5 tahapan adalah sebagai berikut :

Pahamkan Arti Komunikasi bagi ABK

Saya yakin, kita mau melakukan sesuatu, jika kita yakin mendapatkan manfaat. Prinsip ini juga dipahami oleh ABK. Tidak akan ada ABK yang mau melakukan sesuatu jika tidak mendapatkan manfaat.

Saat menikmati manfaat, ABK kemudian mencari korelasi antara “nikmatnya/ tidak enaknya” dengan aktifitas yang baru saja dilakukan. Untuk memastikan, ABK mencoba lagi aktifitas yang sama, dan menunggu imbalan atau sanksi yang sama. Hasilnya ternyata sama, maka ABK mengingat korelasi ini

Keinginan ABK menunggu imbalan atau sanksi setelah mengulangi atau menghentikan perilaku/ kegiatan dapat menjadi petunjuk ABK telah paham arti komunikasi. Arti komunikasi sederhana dalam pemahaman ABK adalah  “Saling memahami atas informasi yang dibagikan, merespon sesuai dengan harapan pemberi infromasi dan mendapatkan manfaat dari respon atas nformasi”

Bangun Kedekatan

Bayangkan jika kita punya kedekatan dengan seseorang. Apapun yang kita inginkan, akan dipenuhi oleh orang tersebut. Bahkan tanpa harus meminta, cukup dengan adanya kedekatan dan saling memahami melalui bahasa tubuh atau ekpresi wajah.

Contohnya, bayi baru lahir ekspresi kebutuhan ASI disampaikan melalui rengekan atau mencoba mencari-cari punting ibu dengan mengosokkan wajah dan mulutnya pada dada ibu yang sedang mengendongnya. Apakah ibu sudah otomatis paham dengan isyarat bayi menginginkan ASI ? Tentunya tidak. Sangat jarang, ibu yang baru melahirkan mampu membedakan isyarat-isyarat bayi. Isyarat bayi butuh ASI, isyarat sedang mengantuk, isyarat merasa sakit, isyarat bayi perlu dibersihkan dari BAB/ BAK, ataupun isyarat-isyarat lain.

Hari-hari bersama bayi yang baru lahir, Ibu dan bayi perlu sama-sama bangun kedekatan agar ada kesamaan pemahaman pada isyarat, gerakan tubuh, suara, dan ekspresi wajah. Kesamaan pemahaman yang diartikan sebagai kesepakatan bersama. Kedekatan juga perlu terus dibina. Kedekatan dipengaruhi emosi, kesehatan, lingkungan, ingatan masa lalu dan waktu interaksi.

Sampai di sini, kita sepakat ya, bahwa kedekatan antara orangtua dan ABK atau antara terapis dan ABK, harus diasah terus.

Pembahasan langkah berikutnya adalah pemilihan dan penggunaan kosa kata.

Perbanyak Kosa Kata.

Berkomunikasi tentang benda/ tempat/ orang/ keadaan yang sama, jauh lebih mudah jika diantara yang berkomunikasi memiliki satu nama/ petunjuk yang sama. Makin banyak kosa kata yang dimiliki, makin spesifik benda/ tempat/ orang/ sikap dan perilaku yang diinfomasikan.

Misalnya kata benda “baju” jika dibandingkan dengan kalimat “baju warna biru di dalam lemari baju”. Jauh lebih jelas kalimat baju warna biru di dalam lemari baju. Petunjuknya lengkap. Dengan beberapa kosa kata (baju, warna, biru…. dan lemari baju). Jelas ya, ABK dengan penguasaan banyak kosa kata memperjelas dan mempermudah komunikasi.Komunikasi yang dapat digunakan saat ABK berinteraksi sosial.

Ciptakan suasana yang menyenangkan.

Suasana yang menyenangkan menyebabkan anak lebih mudah menyerap. Apalagi jika ditambahkan stimulasi pendukung, seperti menggunakan irama, gerakan, sentuhan, bentuk, warna, bau, teksture dan ekspresi tertentu. Penambahkan imbalan, sebagai motivasi dapat memicu anak untuk lebih aktif. Stimulasi dan imbalan mendukung terciptaknya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Anak makin bersemangat dan punya keinginan untuk meningkat kemampuan komunikasinya.

Gunakan AAC (Augmentative Alternative Communication)

Amati sekeliling anda, tidak semua orang mampu melakukan komunikasi verbal (menggunakan bahasa lisan) dengan efektif. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi verbal adalah adanya perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan menjadi alasan yang umum. Alasan yang khusus adalah hambatan ABK, seperti ABK penyandang disabilitas pengelihatan, pendengaran, gangguan sosial dsbnya.

Untuk ABK dengan hambatan komunikasi, penggunaan AAC atau Augmentative Alternative Communication, menjadi alternatif.  AAC, banyak jenisnya, mulai cara tradisional seperti bahasa isyarat hingga cara canggih seperti penggunaan software berbasis kemajuan teknologi komunikasi. Steven Haywkins seorang ilmuwan, dosen dan pencetus teori pembaharuan adalah contoh dari penyandang disabilitas komunikasi yang mampu menggunakan AAC secara maksimal.

Kini Anda pasti setuju, jika saya sampaikan bahwa ABK/ DBK, yang telah sukses dibimbing melalui 5 langkah meningkatkan komunikasi diatas, punya kesempatan lebih besar diterima sebagai bagian dari komunitas. Mereka dapat menyelesaikan hambatan pada area interaksi sosial yang disebabkan oleh gangguan komunikasi.

Yuk kita mampukan diri kita, agar bisa bantu ABK berkomunikasi dengan baik melalui lima ltahap di atas. Ingat kita harus memulai dengan tahao 1, “Pahamkan Pentingnya arti Komunikasi bagi ABK”. Lanjutkan dengan tahap ke 2, 3,4 dan tahapke-5, sebagai tahap terakhir. Kemudian, Anda dapat melihat ABK-ABK ini mengalami kemajuan dalam kemampuan  berinterakasi sosial, karena komunikasinya sudah jauh lebih baik.

By Bunda Nefri